Twitter Menambah Fitur Video Full Screen Yang Mirip TikTok

Tampilan fitur feed video full screen twitter
Kredit: Twitter

Jejaring sosial Twitter mengumumkan pada hari Kamis 28 Sept 2022 bahwa mereka menambahkan fitur baru untuk memudahkan pengguna menonton dan menemukan video di platformnya. Fitur tersebut menampilkan feed video yang dapat di scroll seperti Tiktok.

Dalam beberapa yang akan datang, pengguna di iOS akan dapat mengklik video di feed mereka untuk masuk ke feed video yang dapat di scroll. Setelah selesai menonton video yang diklik, kita dapat scroll ke atas untuk mulai menjelajahi lebih banyak konten video. Kemudian kita akan berada di feed video yang dapat di scroll yang mirip dengan pengalaman saat menjelajah di TikTok. Jika ingin keluar dari tampilan video tersebut dan kembali ke tampilan tweet twitter, kita dapat klik pada tanda panah di sudut kiri atas.

Twitter mengatakan tujuan dari media viewer yang baru ini adalah untuk memudahkan pengguna menemukan video yang menarik. Jejaring sosial Twitter tidak mengatakan kapan media viewer ini akan diluncurkan kepada pengguna di Android.

Selain itu, Twitter meluncurkan fitur baru yaitu video carousel diantara tab explore. Pengguna akan melihat kategori baru "Videos for you (video untuk anda)" yang akan menampilkan video populer dan sedang tren yang menurut aplikasi akan diminati oleh pengguna.

Tampilan fitur feed video di halaman explore twitter
Kredit: Twitter

Twitter mulai menguji feed video seperti TikTok pada Desember 2021 untuk memberi pengguna halaman explore yang lebih dipersonalisasi. Dalam pengujian ini, Twitter mengubah seluruh halaman explore menjadi feed video, lengkap dengan tab "For you (Untuk Anda)". Dengan perubahan yang diumumkan pada tanggal 29 Sept 2022 ini, Twitter tidak hanya terfokus untuk mengganti seluruh halaman explore dengan feed video seperti TikTok.

Pendekatan perusahaan terhadap feed seperti TikTok dapat dilihat sebagai hal yang dapat ditoleransi, terutama mengingat bahwa hal tersebut tidak secara langsung dipaksakan ke pengguna, seperti sebelumnya yang dilakukan saat pengetesan feed video seperti TikTok. Orang yang menyukai feed video yang di scroll dapat mengakses tampilan imersif jika mereka suka, dan pengguna yang tidak menginginkan feed video dapat memilih untuk tidak membuka tampilan dari fitur tersebut.

Tapi tentu saja, tidak semua orang suka perubahan, terutama ketika itu merupakan sebuah fitur tiruan dari platform lain. Seperti Instagram belajar dari kesalahan mereka, dipaksa untuk kembali dari fitur feed di beranda dengan layar penuh seperti TikTok beberapa bulan yang lalu karena reaksi keras dari penggunanya. Ada kemungkinan bahwa Twitter ingin menghindari situasi serupa, itulah sebabnya mereka memilih untuk menambahkan pengalaman yang lebih terkendali dalam hal feed video yang dapat di scroll seperti TikTok.

Sumber: techcrunch.com

0 Komentar

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>